Kamis, 07 Februari 2013

Mobil tipe MPV pilihan masyarakat Indonesia

Beberapa alasan masyarakat indonesia memilih MPV
Gaung popularitas mobil di kelas MPV sudah lama terjadi di Indonesia. MPV merupakan singkatan dari Multi Purpose Vehicle atau kendaraan serbaguna. Selain di Indonesia, MPV juga populer di negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara. Salah satu kendaraan MPV yang ada di Indonesia adalah Mitsubishi Kuda yang diluncurkan pada tahun 1997. Namun sebelumnya telah ada kendaraan lain yang bermain di pasar MPV, yakni Isuzu Panther dan Toyota Kijang maupun Mitsubishi kuda yang jauh lebih lama menguasai pasar MPV, mulai dari tahun 1980-an. Memang proporsi ketiga mobil ini memiliki kemiripan yang sangat dekat.Besarnya peminat MPV di Indonesia membuat masing-masing merek ini memiliki sub-segmen tersendiri. Mayoritas dari mereka tidak saling berebut pasar atau konsumen. Masyarakat juga memiliki beberapa alasan non teknis dalam menempatkan pilihan mobil jenis MPV yang menjadi pilihan bagi dirinya.
karena keflesksibelanya dan keuntungan lainya karena dapat di modifikasi dan digunakan oleh penggunanya untuk keluwesan dalam mempermudah penggunaanya 

Beberapa alasan masyarakat memilih MPV

Alasan masyarakat memilih mobil berjenis MPV itu ada beraneka ragam. Diantaranya alasan tersebut adalah sebagai berikut ini:
  • Masyarakat Indonesia menggemari jenis mobil MPV karena model kabinnya fleksibel dan sesuai dengan kondisi sosiologis masyarakat Indonesia yang gemar bersama-sama dalam jumlah besar. Kekerabatan dan gotong royong di Indonesia masih sedemikian tinggi. Keluarga yang ada pun kebanyakan keluarga besar. Maka dari itu MPV cocok untuk kultur masyarakat Indonesia. Bentuk MPV yang besar dapat menampung jumlah penumpang yang lebih besar daripada jenis sedan yang hanya memuat maksimal 5 orang.
  • Ground clearence mobil-mobil MPV rata-rata cukup tinggi sehingga dianggap pas untuk kontur jalan di Indonesia yang sangat tidak stabil. Banyak jalan di Indonesia yang tidak rata, baik bergelombang maupun berlubang. Selain itu ada pula jalan yang baru terbuat dari tanah atau batu saja. Maka dari itu jika mobil dengan ground clearence tinggi digunakan, akan lebih mudah melintasinya daripada mobil berjenis sedan atau hatchback.
  • Mobil berjenis MPV dapat menempuh berbagai macam medan seperti saat banjir atau jalan yang rusak karena bencana ringan. Daya tampung barang juga lebih banyak sehingga mengurangi waktu bolak-balik jika mengantar barang. Apalagi jika jenis mobil ini kebanyakan memiliki fasilitas untuk melipat kursi paling belakang untuk dijadikan bagasi sehingga ruangan untuk barang bisa menjadi lebih luas dan lebih lega lagi.
  • Banyaknya permintaan masyarakat akan mobil MPV ini membuat harga jual mobil MPV ini cukup tinggi, sekalipun sudah bekas pakai. Hal ini membuat mobil ini mudah dijual kembali tanpa ketakutan akan terjadi penurunan harga yang signifikan.
  • Mobil jenis MPV mudah dibisniskan. Banyak rental mobil yang bermunculan menggunakan mobil jenis MPV. Penyewa mobil umumnya banyak memilih model MPV karena mereka dapat mengangkut lebih banyak orang daripada mobil jenis sedan. Hal ini menyebabkan tingginya permintaan sewa mobil MPV dari masyarakat.
Itulah beberapa alasan mengapa mobil MPV masih menjadi pilihan masyarakat Indonesia. Semoga bermanfaat.
Referensi
http://www.tribunnews.com/2012/08/08/mpv-paling-diminati-penyewa-untuk-mudik, bisnisotomotif.com/berita-1268-mobil-mpv-tetap-favorit.html

Bahaya air pada sistemasi pengereman


                                    Bahaya air pada system pengereman                                              
Rem merupakan komponen penting di ken­­daraan. Bila ki­nerjanya terganggu, maka keselamatan Anda akan menjadi taruhannya ketika berkendara. Apalagi di musim penghujan seperti saat ini, kelembaban udara yang tinggi dan genangan air yang kerap hadir di jalan, rentan mempengaruhi kinerja rem kendaraan.

Seperti pembahasan di beberapa edisi lalu, ke­lembaban udara yang ting­gi akan mempengaruhi kualitas dari minyak rem di mobil Anda. Bila dibiarkan, tentu sistem rem akan terganggu dan dapat menimbulkan korosi akibat kandungan air pada mi­nyak rem. Makanya, mi­nyak rem memiliki usia pakai 20.000 km atau perlu diganti setiap tahunnya

Kendala teknis pun kerap hadir saat mobil melintasi genangan air. Meski air tidak masuk ke dalam sistem fluida rem, namun mekanikal rem dapat terganggu. Efeknya, pergerakan kampas rem pun menjadi tidak sempurna alias rentan terhadap rem macet. Bila tidak cepat disadari, maka konsumsi BBM menjadi lebih boros akibat kampas rem yang selalu bersinggungan dengan bidang kontak rem. Bila kondisinya sudah parah, bukan tidak mungkin salah satu roda dapat mengunci sehingga mengganggu kontrol kendaraan.dan dapat mengakibatkan kecelakaan di jalan raya.

Agar hal ini tidak terjadi, coba luangkan waktu untuk menganalisis rem mobil Anda, baik rem di keempat roda ataupun rem parkir. Khusunya jika anda merupakan orang yang hobi dengan balapan tinggi di jalan raya.
Hal lain yang perlu di perhatikan oleh sistemasi mobil yang menggunakan instrument digital bersistem ABS dan EBS haruslah di cek secara rutin pada saat ini karena di takutkan terjadinya konsleting pada bagian dalam fuse controller yang dapat mengakibatkan kebakaran. Hal ini wajib dilakukan apabila mobil anda tenggelam pada saat banjir bulan januari lalu

Rem Cakram

Setelah melewati banjir atau genangan air rem cakram sering mengalami macet. “Kalau sudah macet perhatikan karet boot master pin dan boot pin yang memegang kaliper. Bila terjadi keretakan bisa jadi itulah penyebabnya,” jelas Endang Irawan pemilik bengkel Golden Motor, yang terletak di BSD Oto Part blok K 5-6, Tangerang, Banten.

Walaupun penutup pin berukuran kecil tetapi efeknya sangat fatal. Karena bila sobek, air bisa masuk dan pin menjadi basah. Sehingga pin menjadi karat, lalu serat dan pada akhirnya macet pada rem.

Bila sudah mengalami seret, karet bisa macet setelah di rem. Ini berbahaya jika Anda sedang melaju di jalan raya bisa-bisa mobil melintir. Karena bila sebelah roda saja yang macet, mobil tertarik ke rem yang macet. 

Solusi untuk keadaan darurat, Anda semprotkan cairan penetran ke bagian rem cakram. Tetapi kalau masih macet, sebaiknya serahkan pada ahlinya atau bengkel yang dapat dipercaya.

Sebagai gambaran, lihat karet boot piston rem yang berada di balik kaliper. Kalau karet boot master pin atau boot pin yang memegang kaliper mengalami pecah atau retak, kemungkinan air masuk. Sebaiknya rem di servis dan ganti karet sil yang berada di rem cakram, karena belum tentu piston yang mengalami masalah dan tidak harus diganti.