Senin, 17 Juni 2013

Menyingkap Mesin Diesel pada Mobil

Sejarah Mesin Diesel
Mengenal Rudolf Diesel


Rudolf Diesel (lahir di Paris, Perancis, 18 Maret 1858 – meninggal 30 September 1913 pada umur 55 tahun) adalah seorang penemu Jerman, terkenal akan penemuannya, mesin diesel, Dia lahir di Paris dan meninggal secara misterius di kapal fery dalam perjalanannya ke Inggris.
Diesel mengembangkan ide sebuah mesin pemicu kompresi pada dekade terakhir abad ke-19 dan menerima hak paten untuk alat tersebut pada 23 Februari 1893. Dia membangun prototipe yang berfungsi pada awal 1897 ketika bekerja di pabrik MAN di Augsburg.
Mesin Diesel ini pun dinamakan untuk menghormati jasanya. Aslinya, ia bernama "mesin minyak".
Rudolf Diesel lahir dengan nama lengkap Rudolf Christian Karl Diesel lahir pada tanggal 18 Maret 1858 di Paris, Perancis, dari keluarga Jerman pengrajin kulit. Sejak kecil, dia dekenal sebagai seorang yang  jenius. Pada sekitar usia 20 tahun, pada 1870, Diesel menerima penghargaan medali perunggu dari Société Pour L'Instruction Elémentaire, atas beberapa karya ilmiahnya yang cemerlang.
Tetapi, pada tahun yang sama, keluarga Diesel terpaksa harus meninggalkan Paris karena kebijakan baru pemerintah Perancis saat itu tentang para imigran asing. Ayah Diesel gagal memperoleh izin menetap di Perancis. Mereka berangkat dan pindah ke London, Inggris. Hanya sebentar di sana, Rudolf kemudian berangkat sendiri ke Augsburg, Jerman, untuk melanjutkan sekolah dan tinggal bersama paman dan bibinya disana yang juga mengajar sebagai gurunya di Gewerbsschule. Tak lama kemudian Perang Jerman-Perancis meletus.
Pada tahun 1872, Rudolf mulai dikenal dan diakui sebagai calon mekanik handal. Ia menyelesaikan sekolahnya di Gewerbsschule sebagai salah seorang lulusan terbaik, kemudian melanjutkan ke Universitas Teknik (Institut Politeknik) Muenchen. Perang Jerman-Perancis pun berakhir dan untuk pertama kali dia dapat berkumpul dan bertemu kembali dengan keluarganya di Paris.
Sayang, Rudolf tak dapat mengikuti ujian akhir kesarjanaannya, pada tahun 1879 karena menderita serangan penyakit demam berdarah. Namun selama kuliah di Muenchen, dia mengukir banyak prestasi cemerlang, antara lain, pada tahun 1878, bersama profesornya, berhasil merancang suatu cetak biru mesin uap dengan efisiensi tertinggi yang pernah ada sampai saat itu. Dia juga mulai menulis beberapa makalah dan diterbitkan untuk umum. Segera setelah sembuh, Rudolf malah memilih mulai bekerja sebagai mekanik di perusahaan Sulzer di Winterthour, mengembangkan mesin pembuat es.
Akhirnya pada tahun 1880, Rudolf berhasil menyelesaikan ujian akhir kesarjanaannya sebagai insinyur mesin, dan menjadi lulusan terbaik yang pernah dihasilkan oleh Institut Politeknik Muenchen sepanjang sejarahnya hingga kini. Setelah lulus, dia memutuskan pindah menetap di Paris dan mendirikan cabang perusahaan mesin pembuat es disana. Dia malah rela bekerja tanpa dibayar.
Tetapi, setahun kemudian, 1881, perusahaan mengangkatnya menjadi direktur pabrik tersebut di Paris, tahun inilah dia bertemu pertama kali dengan Heinrich Buz, Direktur Permesinan Augsburger, dan mereka bersepakat menguji coba dan mengembangkan suatu sistem permesinan pembuas es bening. Tahun itu juga Rudolf menerima sertifikat hak paten pertamanya atas temuannya memproduksi klareis dalam botol.
Tahun 1883, Rudolf mulai membangun pabrik es besar di Paris. Setahun kemudian, rencana pengembangan mesin amoniak mulai dikerjakan. Tahun 1886, pabriknya melebarkan sayapnya ke Belgia. Pada tahun 1887, gagasan tentang mesin penyerap amoniak untuk keperluan usaha skala menengah mulai terwujud. Pada saat inilah Rudolf membuktikan teori gelombang elektromagnetik pada putaran tinggi per detik. Pada tahun 1889, Rudolf mengikuti pameran teknik industri di Paris, memamerkan mesin pembuat es dan pendinginnya. Rudolf kemudian memberikan kuliah umum di suatu kongres internasional mengenai mesin-mesin terapan. Dia memperoleh sambutan meriah dan perusahaan Lindes segera menawarinya kontrak kerja berkedudukan di Berlin sejak tahun 1890.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a8/Dieselmotor_vs.jpg/220px-Dieselmotor_vs.jpg

Mesin Diesel Pertama
Pada tahun 1892, Rudolf menerima hak patennya atas penemuan cara kerja mesin pembakaran dalam (internal combustion engine). Rudolf segera memulai proyek besarnya mengembangkan apa yang dekmudian hari dikenal sebagai mesin diesel. Dan pada 10 Agustus 1893, Rudolf pun berhasil mewujudkan impiannya yakni terciptanya mesin diesel pertama di dunia. Atas temuannya itu, ia mendapatkan hak paten bernomor 608845. Pada tahun yang sama terbit bukunya yang berjudul "Theory and Construction of A Rational Heat Engine for Substitution of the Steam Engines and that Today Admitted Combustion Engines", melalui penerbit Springer, Berlin. Saat itu pula, Rudolf menandatangani kontrak kerja dengan Augusburger, Krupp, dan Sulzer, sambil menerbitkan buku berikutnya, "Nachtraege for the Theory og the Diesel Engine".
Prototipe awal mesinnya dipamerkan di Pekan raya Chicago, Amerika Serikat dan mendapat sambutan yang cukup lumayan. Dia melanjutkan percobaannya. Pada tahun 1895, Komisi Hak Paten mensahkan bahwa mesin ciptaannya memang bekerja baik. Dia pindah ke Muenchen, tahun 1896. Sampai awal tahun berikutnya (1897), dia menyelesaikan rencana lanjut mesin temuannya dengan empat langkah (4 tak). Tetapi perusahaan Deutz AG mencoba menandinginya. Krupp mendukung Rudolf yang akhirnya melahirkan kesepakatan antara Deutz, Krupp dan Augsburger untuk membantu Rudolf melakukan rangkaian akhir percobaan lanjutan untuk menyempurnakan mesin temuannya.
Tahun itu adalah tahun yang sibuk bagi Rudolf. Dia melakukan perjalanan ke Skotlandia, lalu ke Paris untuk membuat satu pesawat terbang, menandatangani kontrak dengan Adolphus-shrubs, dan kemudian memperagakan contoh mesinnya di depan umum di Augsburg. Lalu memeberi ceramah umum di Kassel, meresmikan perkumpulan masyarakat mesin diesel di Paris, namun juga menghadapi gugatan atas hak patennya oleh Emil Captaine. Bahkan sempat mengalami kehilangan dalam uji coba laboratoriumnya. Tetapi, pabrik mesin diesel di Augsburg akhirnya dapat dibangun pada tahun 1898. Empat contoh mesin produksi awalnya segera dipamerkan di Pekar raya Muenchen dan dia berhasil menyelesaikan mesin diesel pertama dengan kompresor untuk perusahaan Deutz AG. Cobaan datang lagi. Ia sempat masu rumah sakit jiwa di Neuwittelsbach, Muenchen. Tetapi pabrik mesin diesel pertama di Amerika selesai dibangun tahun itu juga. Cobaan datang terus. Pada tahun berikutnya 1899 Pabrik pertama di Augsburg ditutup karena gagal mencapai target jumlah produksi. Tetapi, tahun itu pula mesin diesel pertama kali digunakan di lapangan pengeboran minyak di Gailizien. Dia makin sering jatuh sakit.
lalu pada abad ke 20, tepatnya pada tahun 1900, pabrik mesin diesel pertama di London diresmikan. Peragaan mesinnya di Pekan raya Paris memperoleh perhatian istimewa dan mendapatkan hadiah utama. Karena semakin sering sakit, dia pindah ke pemukiman yang lebih segar di Muenchen pada tahun 1901. Sambil banyak beristirahat, dia menulis dan menerbitkan buku baru yang lebih filosofis ketimbang teknis yang berjudul "Solidarismus: natürliche wirtschaftliche Erlösung der Menschen", pada tahun 1903, yang memperlihatkan secara jelas sikap dan pandangan dasarnya sebagai seorang insinyur jenius yang juga peduli pada masalah-masalah sosial dan lingkungan hidup. Dua tahun kemudian, 1905, mesin diesel mulai digunakan sebagai mesin kereta api. lahirlah lokomotif diesel yang pertama kali dikembangkan pada tahun 1912 di Swiss. Semula, lokomotif diesel dianggap kurang efisien, sampai kemudian bentuknya diperbarui dan dirampingkan pada tahun 1932 di Jerman, sehingga jauh lebih baik.

Dua tahun setelah itu, lokomotif diesel benar-benar telah efisien. Di Amerika, lokomotif jenis itu pertama kali mengadakan perjalanan sejauh 1.015 mil (1.633 kilometer) nonstop antara Denver dan Chicago, dengan kecepatan rata-rata 124 kilometer per jam. Lokomotif yang dinamai Pioneer Zephyr itu dibuat oleh perusahaan kerata api Chicago, Burlington & Quincy. Sejak itu, lokomotif diesel mulai menggantikan lokomotif uap di seluruh dunia.
Dan puncak prestasinya pada tahun 1910 ketika ia tampil di Pekan raya Paris dengan rancang bangun mesin diesel yang digerakkan dengan bahan bakar minyak kacang dan minyak ganja.
Dua tahun kemudian (1912) ketika berpidato menerima hak patennya atas mesin barunya tersebut, dinia mencatat pernyataannya yang peling bersejarah tentang masa depan mesin yang dijalankan dengan bahan bakar minyak nabati yang sekarang dikenal sebagai biodiesel yakni "Der Gebrauch von Pflanzenöl als Krafstoff mag heute unbedeuntend sein. Aber derartige Produkte können im Laufe der Zeit obenso wichtig werden wie Petroleum und diese Kohle-Teer-Produkte von heute." (Pemakaian minyak nabati sebagai bahan bakar untuk saat ini sepertinya tidak berarti, tetapi pada saatnya nati akan menjadi penting, sebagaimana minyak bumi dan produk tir-batubara saat sekarang). Mesin biodiesel itu disempurnakan lagi oleh Ludwig Elsbett.
Sejarah Singkat Rudolf Kristian Karl Diesel
Niat awalnya sederhana, Rudolf Kristian Karl Diesel ingin menciptakan mesin pembakaran dalam yang bisa menggunakan aneka jenis bahan bakar. Mulai dari minyak jarak, minyak nabati, minyak ganja hingga debu batu bara.

Ia pun memanfaatkan prinsip kompresi yang dinya­takan dalam Hukum Charles, yakni bahan bakar yang terkompresi sangat tinggi akan meningkat suhunya. Peningkatan suhu inilah yang memicu ledakan di ruang bakar. Jadi tidak perlu busi untuk memantik. Diesel lalu menerima hak paten atas temuannya tersebut pada 10 agustus 1893. 

Melompat jauh ke masa kini. Diesel berkembang pesat menjadi mesin multitalenta. Citra diesel sebagai mesin yang bising dan bergetar perlahan sirna berkat kontribusi teknologi.
  
Mesin Diesel memiliki bakat alaminya sebagai mesin kaya torsi dan hemat BBM makin terekspos tapi disertai improvisasi pada kelemahannya. Mesin diesel masa kini tak hanya bekerja lebih minim getaran, tapi juga bersuara lebih lembut dan bertenaga.
Lebih dari itu, mesin diesel yang dulu dipakai kendaraan berat atau jenis komersiil, kini digunakan mobil mewah dan kencang.

Evolusi diesel seolah tak terbendung. Mobil balap diesel telah menunjukkan taringnya di ranah kompetisi. Salah satu yang paling diingat publik adalah kemenangan Audi R18 e-tron quattro di balap ketahanan 24 jam Le Mans. Di kelas bergengsi itu, Audi R18 yang berformat prototipe sukses mengandaskan lawan-lawannya bermesin gasoline.

Kini diesel tengah menjajaki peluang baru. Mesin tanpa busi itu mulai dilihat sebagai partner tepat untuk mobil hybrid. Sejumlah kendaraan diesel-hybrid telah dikembangkan dan masyarakat kian mendapat benefit perihal efisiensi dan rendah emisi.

Belum ada kata final bagi improvisasi mesin diesel. Masih banyak yang bisa dikembangkan dan bukan tidak mungkin suatu saat nanti ia menjadi pilihan utama dibanding mesin bensin.
 
Audi R8 e-tron quattro, diesel begitu perkasa di balap ketahanan Le Mans

PERKEMBANGAN DIESEL DI INDONESIA

Sementara antusiasme terhadap mobil diesel turut membahana di Indonesia. Sejumlah pabrikan telah menjajakan line-up produk dieselnya.

Kini model hatchback dan mobil mewah seperti tak mau ketinggalan dijajakan dengan mesin diesel.
Seperti mari kita lihat Produksi jerman Porsche, yang mengeluarkan mobil sedan mewah Porsche panamera. Dengan desain keluarga racing membuatnya sangat memukau dan mempesona saat berjalan dijalan. Ditambah lagi dengan tenaga dan konsumsi bahan bakarnya yang irit, langsung saja kita lihat tabelnya
SUV (Sport Utility Vehicle)
Penyuka mobil diesel tampaknya akan semakin cinta berkat kemajuan teknologi diesel modern. Mesin peminum solar ini sudah terkenal sejak dulu sebagai powertrain yang irit BBM dan bertorsi besar, tak heran jika ia kerap diandalkan jadi sumber tenaga mobil-mobil berutilitas tinggi.

Kini dengan kemajuan teknologi, potensi mesin diesel semakin tergali ke arah yang lebih baik. Lebih dari sekadar hemat, emisi pun lebih rendah dan tenaga semakin perkasa.  Lebih dari itu, getaran dan suara berisik pun lambat laun kian memudar.

Memang ada perangkat canggih lainnya seperti turbo variabel, komputer mesin dan lain-lain. Tapi semua itu tak lepas dari kontribusi common-rail fuel system.

Dengan teknologi common-rail, input solar pun semakin sempurna ke dalam ruang bakar. Tidak heran jika banyak mobil-mobil diesel masa kini mengaplikasi teknologi ini.
Untuk tipe SUV ada beberapa Varian yang sangat memikau antara lain ialah Mitshubishi Pajero Sport, Toyota Fortuner, Chevrolet Captiva VCDi, Ford Everest.
MPV (multi purpose Vehicle)
Adalah sebuah kendaraan yang sangat menjamur di indonesia , tentu kita tidaklah asing dengan mobil yang namanya toyota avanza maupun daihatsu xenia. Pastilah , karena kita pasti akan bertemu dengan varian mobil ini karena jumlahnya yang telah menjamur di setiap jalan baik itu daerah perkotaan maupun perdesaan
MPV yang satu ini merupakan produk baru yang baru keluar yang di keluarkan oleh GM motor untuk bisnis MPV yang gemuk di indonesia ini.
Dengan produk yang dikeluarkan dengan variasi mesin Ls 1.2 , Lt 1.2 ,Lt 1.3, Ltz 1.3 ,Ltz 1.5 dengan harga antara Rp. 139,700,000.- Rp. 179,700,000.-

Plus minus diesel

Tak ada yang sempurna, dan itu juga berlaku bagi mesin diesel. Dibanding mesin bensin, secara alami ia memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kekurangan inilah yang coba diatasi para produsen.

PLUS

• Torsi besar di putaran mesin rendah. Dengan torsi besar, maka kemampuannya membawa beban lebih baik dibanding rata-rata mesin bensin.

• Efisiensi BBM. Dengan kapasitas silinder yang sama, mesin diesel cenderung lebih hemat BBM dibanding mesin bensin. Itu bermuasal dari rasio kompresi yang jauh lebih tinggi dibanding mesin bensin.

• Tangguh. Material dan konstruksi komponen mesin diesel dirancang untuk tahan tekanan dan getaran tinggi. Sehingga ia lebih kuat dan tangguh dalam jangka waktu lama.

• Mudah dimodifikasi. Karena kekuatannya, mesin diesel mudah dimodifikasi tanpa banyak mengganti komponen mesin. Melalui turbo, supercharger atau perangkat tambahan lainnya, mesin diesel meraih hasil lebih besar dibanding mesin bensin dengan kapasitas yang sama.

MINUS
• Asap tebal. Ini sudah menjadi rahasia umum. Asap hitam tebal kerap muncul dari knalpot jika mesin diesel tidak terawat baik.

• Bobot. Untuk mencapai kompresi tinggi dan tenaga yang sama, dimensi mesin diesel lebih besar dibanding mesin bensin. Ukuran yang besar memaksa bobotnya jadi lebih berat.

• Tenaga lebih kecil. Bakat alaminya memang torsi besar, tapi soal tenaga ia cenderung lebih kecil dibanding mesin bensin.

• Getaran. Tingginya tekanan pembakaran membuat getaran mesin diesel sangat terasa. Jika masih menggunakan teknologi konvensional getaran mesin diesel bahkan sampai merangsek ke dalam kabin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar